
Jakarta, KBKNews.id – Keutamaan Surat An-Nas sebaiknya diketahui semua umat muslim di manapun berada. Surat ini merupakan doa perlindungan dari berbagai hal yang buruk.
Di tengah hidup yang penuh tekanan, rasa cemas, sihir, gangguan setan, bahkan penyakit yang datang tanpa permisi, setiap Muslim selalu membutuhkan tempat kembali yakni perlindungan Allah. Salah satu wasilah perlindungan itu terdapat dalam surat pendek yang sering kita baca, namun kerap luput kita resapi, Surat An-Nas.
Surat terakhir dalam mushaf Al-Qur’an ini hanya terdiri atas enam ayat. Pendek, mudah dihafal, tetapi memiliki fadhilah yang sangat besar. Karena itu, sejak masa Rasulullah Saw hingga hari ini, An-Nas menjadi bagian dari doa harian umat Islam. Dia biasa dibaca sebelum tidur, saat sakit, ketika merasa tidak aman, atau bahkan untuk menenangkan hati.
Keutamaan Besar dalam Surat An-Nas
1. Makna dan Latar Turunnya Surat An-Nas
Surat An-Nas termasuk golongan Makkiyah yang diturunkan setelah Surat Al-Falaq. Nama “An-Nas” diambil dari kata an-naas yang berulang kali disebut dalam surat ini, berarti “manusia”.
Dua surat ini, Al-Falaq dan An-Nas dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain, yaitu dua surat perlindungan.
Terdapat riwayat masyhur yang menunjukkan, kedua surat ini turun ketika Rasulullah SAW mengalami sakit karena sihir yang dilakukan oleh seorang Yahudi bernama Labid bin Al-A’sham.
Malaikat Jibril turun membawa Al-Falaq, dan malaikat Mikail membawa An-Nas. Setiap Rasulullah membaca satu ayat, satu simpul sihir pun terlepas, hingga beliau pulih sepenuhnya.
Sejak saat itu, dua surat ini menjadi perisai ampuh untuk melindungi manusia dari segala keburukan.
2. Mengobati Penyakit dan Demam
Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad Saw menggunakan Al-Mu’awwidzatain sebagai ruqyah syar’iyyah, terutama ketika beliau mengalami demam tinggi.
Sayyidah Aisyah RA meriwayatkan, ketika Rasulullah sakit, beliau membacakan Surat An-Nas dan Al-Falaq untuk dirinya sendiri, lalu meniupkannya. Ketika penyakit beliau semakin parah, Aisyah-lah yang membacakan kedua surat itu, kemudian mengusap tubuh beliau dengan tangannya sendiri (HR Bukhari-Muslim).
Karena itu, membaca Surat An-Nas dipercaya membantu meredakan demam, sakit kepala, sakit perut dan rasa tidak enak badan lainnya. Namun tentunya, kesembuhan tetap datang dari Allah.
3. Benteng dari Sihir dan Guna-Guna
Surat An-Nas menjadi tameng spiritual dari segala bentuk kejahatan sihir, terutama jika dibaca bersama Al-Falaq. Kedua surat ini bukan hanya penangkal, tetapi juga menjadi penghancur sihir, sebagaimana terjadi pada Rasulullah.
Oleh sebab itu, banyak ulama menganjurkan membaca dua surat ini saat merasa diganggu, ada tanda hasad dan iri dari orang lain, atau ketika merasakan energi negatif yang mencurigakan.
Dua surat ini ibarat pakaian pelindung yang menjaga ruhani dari keburukan yang tidak terlihat mata.
4. Melindungi dari Gangguan Setan saat Tidur
Ada alasan mengapa Rasulullah Saw rutin membaca tiga surat sebelum tidur, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Sayyidah Aisyah RA meriwayatkan:
“Setiap malam Rasulullah Saw berkumpulkan kedua telapak tangan, meniupkannya, lalu membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Kemudian beliau mengusap seluruh tubuh mulai dari wajah, kepala, dan tubuh bagian depan. Itu dilakukan tiga kali.”
(HR Bukhari)
Ini menunjukkan, An-Nas adalah zikir perlindungan malam hari. Surat ini menjaga kita dari mimpi buruk, gangguan setan, rasa takut ketika tidur, dan bisikan jahat yang melemahkan jiwa.
5. Menjaga dari Penyakit ‘Ain
Penyakit ‘Ain berasal dari pandangan mata yang dengki. Penyakit ini dapat menyebabkan bayi menangis tanpa sebab, demam tiba-tiba, sakit kepala, atau rasa tidak nyaman pada tubuh.
Para ulama menganjurkan membaca Al-Fatihah, Al-Falaq dan An-Nas masing-masing tiga kali untuk mengobati penyakit ‘Ain. Kemudian ditiupkan kepada tubuh atau bagian yang sakit.
Surat An-Nas menjadi ikhtiar spiritual untuk melindungi diri dari keburukan yang datang melalui mata orang lain.
6. Perlindungan dari Segala Keburukan
Rasulullah Saw pernah berkata kepada Ibnu Abbas RA:
“Maukah aku tunjukkan perlindungan terbaik yang biasa digunakan manusia?”
“Qul a’udzu birabbil falaq dan qul a’udzu birabbinnaas.”
(HR An-Nasa’i)
Inilah esensi An-Nas, permohonan perlindungan total, bukan hanya dari bahaya fisik, tetapi juga dari keburukan manusia, bisikan setan, rasa takut, keresahan jiwa, dan godaan iman.
Karena itu, membaca Surat An-Nas setiap pagi dan sore sebanyak tiga kali, sebagaimana dianjurkan Rasulullah, membuat seseorang terjaga dari segala keburukan.
7. Benteng dari Kemunafikan dan Penyakit Hati
Imam Al-Qurthubi menyebut Al-Falaq dan An-Nas sebagai Al-Muqasyqisyatain, yakni surat yang membersihkan manusia dari penyakit hati terutama kemunafikan.
8. Surah yang Menghadirkan Rasa Aman dan Tenang
Sebelum tidur, membaca An-Nas tidak hanya melindungi dari gangguan setan, tetapi juga menghadirkan kenyamanan batin.
Energi ayat-ayatnya menenangkan pikiran yang penat, hati yang gelisah, dan rasa takut yang tidak jelas. Surat ini menjadi terapi sederhana namun mendalam untuk mental dan emosional.




