Lagi, 25 Migran Afrika Tewas di Laut Mideterania

0
101

ROMA – Sedikitnya 25 imigran tewas ketika perahu mereka terbalik di lepas pantai Libya, Rabu (5/8/2015), ratusan orang berada dalam kapal tersebut, sekitar 400 telah diselamatkan sejauh ini.

Federico Fossi dari Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan kepada televisi di Italia, kecelakaan itu terjadi ketika para migran mencoba penyeberangi laut Mediterania menuju Italia. Perahu mereka kehilangan keseimbangan ketika mereka secara bersama-sama pindah ke satu sisi perahu guna meraih bantuan dari kapal yang lewat mendekati mereka.

Rai mengatakan, operasi penyelamatan dilakukan dengan menggunakan beberapa rakit dan pelampung yang dilemparkan ke air.

“Migran itu melarikan diri dari kemiskinan yang mendera mereka di Afrika Utara, sebagian lain menyelamatkan diri karena konflik yang berkepanjangan di negara mereka. Kebanyakan mereka tidak bisa berenang,” jelas Rai.

“Penjaga pantai telah mengkonfirmasi kepada kami bahwa 399 orang telah diselamatkan dan 25 sayangnya telah ditemukan tewas sejauh ini,” Fossi melanjutkan mengatakan.

Menurut cerita orang yang selamat, jumlah migran  yang naik ke perahu antara 500 dan 600.

Pantai selatan Italia dalam beberapa bulan terakhir sudah menerima tak terhitung pendatang. Menurut angka dari kementerian dalam negeri, negara telah menerima 82.464 migran melalui laut pada paruh kedua Juli, sebanyak 9 persen lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan, lebih dari 2.000 migran telah tewas pada tahun 2015, ketika mencoba untuk mencapai pantai Eropa.

IOM menambahkan, 188.000 migran telah diselamatkan di Mediterania.

Para pemimpin Eropa juga telah melancarkan operasi angkatan laut baru-baru ini terhadap perdagangan manusia di Mediterania.

Otoritas Italia, telah berulang kali mengeluh bahwa Uni Eropa tidak melakukan langkah yang cukup untuk membantu negaranya mengatasi krisis migran yang terus merajalela.

Bencana migran Rabu ini, (5/8/2015) ini, mungkin yang terbesar sejak 800 orang tenggelam dalam kecelakaan tunggal, ketika kapal mereka tenggelam pada bulan April 2015 lalu di lepas pantai Libya.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here