JAKARTA, KBKNEWS.id – Menghadapi potensi ancaman gempa megathrust di Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur memperkuat kolaborasi mitigasi bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Mitigasi Bencana Megathrust di Kantor MUI Jawa Timur, Surabaya, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini melibatkan 56 takmir masjid dan musala dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Para peserta mendapatkan edukasi mengenai manajemen bencana, fiqih kebencanaan, identifikasi risiko, hingga prosedur evakuasi darurat. Sosialisasi juga dilengkapi simulasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan diri saat terjadi gempa.
Direktur Program Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji, mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Menurutnya, MUI memiliki jaringan untuk menggerakkan umat, sementara BPBD memberikan penguatan dari sisi teknis kebencanaan. Adapun DMC Dompet Dhuafa berperan menjembatani edukasi tersebut menjadi aksi mitigasi berbasis masyarakat, salah satunya melalui konsep Masjid Tangguh Bencana.
Ketua Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi MUI Jawa Timur, Miftah Jauhari, menyebut terdapat tiga wilayah yang menjadi perhatian terkait potensi megathrust, yakni Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.
Ia menilai para takmir masjid perlu memahami langkah penanganan bencana, bukan sekadar mengetahui potensi dan dampaknya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur, Deni Kiki Melia Tamara, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat karena bencana dapat terjadi kapan saja.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti simulasi gempa berkekuatan magnitudo 6. Salah seorang peserta, Fuadi, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pentingnya mitigasi di lingkungan masjid.
Melalui kolaborasi ini, Dompet Dhuafa berharap masjid dan pesantren tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, perlindungan, dan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat di sekitarnya.





