JAKARTA, KBKNEWS.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mendorong pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya efisiensi pelaksanaan program, terutama di wilayah yang memiliki jumlah penerima manfaat relatif sedikit.
Menurut Nanik, penggunaan kantin sekolah dapat menjadi alternatif dibandingkan membangun dapur baru, khususnya di daerah terpencil maupun wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Ia mencontohkan sebuah sekolah di Lombok Barat yang hanya memiliki 119 murid. Dalam kondisi tersebut, pembangunan dapur khusus MBG dinilai kurang efektif karena sekolah sudah memiliki kantin yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program.
Selain kantin sekolah, BGN juga mempertimbangkan penggunaan fasilitas yang telah tersedia, seperti dapur umum yang dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Nanik mencontohkan dapur umum milik Pertamina di salah satu pulau di Raja Ampat yang dapat digunakan untuk melayani sekitar 115 murid tanpa perlu membangun fasilitas baru.
Berbagai alternatif tersebut, kata Nanik, merupakan bagian dari langkah efisiensi agar pelaksanaan MBG tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga menanggapi informasi mengenai sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang disebut menghentikan layanan akibat dana yang belum dicairkan.
Ia menegaskan kondisi tersebut hanya berkaitan dengan persoalan teknis dan bukan karena kendala pendanaan program.
Menurutnya, pencairan dana telah dilakukan secara bertahap sejak Jumat pekan lalu dan kembali berlanjut pada Senin (8/6). Berdasarkan laporan yang diterima BGN, dana sekitar Rp5 triliun telah dicairkan pada hari itu.
“Tidak ada masalah, ini masalah teknis saja,” ujar Nanik.
BGN menilai pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia, baik kantin sekolah maupun dapur umum, dapat memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis secara lebih efisien, khususnya di daerah dengan jumlah siswa terbatas dan lokasi yang sulit dijangkau.




