KUPANG – Berpenghasilan sebagai pemulung tidak membuat Yoseph Blikololong kehilangan niat baiknya untuk mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak yang tidak mampu.
Tak tanggung-tanggung pemulung asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur tersebut mendirikan dua sekolah gratis, yakni PAUD dan SMP. Semuanya ia rintis berkat hasil dari memulung yang ia tekuni sejak 2004.
Meski dengan keterbatasan biaya, sekolah PAUD yang didirikan sejak 2008 tersebut yang kemudian diberi nama Peduli Kasih ia bentuk dari salah satu ruangan di rumahnya yang menurutnya cocok untuk dijadikan kelas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk belajar dan bermain.
Sementara SMP Surya Mandala Kupang yang ia peroleh sejak 2011Â dengan cara menyewa empat ruangan bekas taman kanak-kanak, milik salah seorang pengusaha di Kota Kupang dengan uang sewaan pertahunnya mencapai Rp12 juta.
Biaya tersebut belum termasuk membayar gaji atau yang menurutnya hanya uang trasnport bagi sembilan guru SMP dan satu guru PAUD berkisar dari Rp100 hingga Rp200 ribu perbulannya.
Ia mengaku dalam sebulan bisa memperoleh sebanyak Rp4 jutaan dari hasil memulung yang kemudian ia tabung untuk mendirikan sekolah tersebut.
“Awalnya niat saya ini ditolak oleh istri saya dan anak-anak saya. Karena memang kehidupan ekonomi kami tidak stabil, apalagi saya harus membiayai istri dan keenam anak saya,” tuturnya, Senin (27/2/2017), kepada Antara.
Namun dalam perjalanan, secara perlahan-lahan istri dan anak-anaknya itu kemudian mulai memahaminya dan bahkan mendukung dirinya untuk mendirikan kedua sekolah itu.
Hingga saat ini sudah ada 22 anak PAUD dan sudah ada sekitar 60-an anak SMP yang telah ditampung dan diberikan pendidikan secara gratis.




