JAKARTA, KBKNEWS.id – Seorang perwakilan organisasi non-pemerintah (NGO) di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mohamad Safa, mengumumkan pengunduran dirinya setelah melontarkan klaim kontroversial terkait kemungkinan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran.
Safa diketahui merupakan perwakilan dari Patriotic Vision Organisation (PVA), sebuah lembaga yang memiliki status konsultatif di Dewan Ekonomi dan Sosial PBB. Ia menyampaikan keputusan mundurnya melalui unggahan di platform X, lengkap dengan surat terbuka yang menjelaskan alasannya.
Dalam pernyataannya, Safa menyinggung adanya dugaan pengaruh lobi kuat di lingkungan PBB serta menyebut adanya pembahasan terkait skenario penggunaan senjata nuklir terhadap Iran.
Namun, klaim tersebut tidak disertai bukti resmi maupun konfirmasi dari pihak PBB.
Sebagai informasi, PBB tidak memiliki kewenangan untuk melakukan serangan militer, termasuk penggunaan senjata nuklir. Keputusan terkait hal tersebut berada di tangan negara-negara yang memiliki persenjataan nuklir.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari PBB yang membenarkan tudingan tersebut.
Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah memang tengah memanas, namun klaim yang disampaikan Safa masih belum terverifikasi.





