JAKARTA, KBKNEWS.id – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menggelar Public Expo Program Kawasan Sehat di Desa Iwul, Parung, Kamis (27/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Lengkong Barat itu disambut antusias oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan, menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya peningkatan kesehatan di Desa Iwul.
Manajer Program LKC Dompet Dhuafa Pusat, Danan Panggih Wisastra, menjelaskan bahwa Program Kawasan Sehat merupakan bentuk kontribusi Dompet Dhuafa untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui tujuh indikator utama.
“Fokus kami berada pada tujuh indikator isu nasional, seperti kesehatan ibu-baduta, eliminasi stunting, pengelolaan pasien TBC, penyakit tidak menular, lingkungan hijau produktif, sanitasi, serta kesehatan mental dan spiritual,” ujarnya.
Program ini mulai berjalan pada 2020 dan sempat terhambat oleh pandemi. Hingga kini, implementasinya sudah menjangkau sekitar 30 titik di Indonesia. “Saat ini terdapat 22 titik aktif, dengan dua titik baru yang dimulai pada 2025. Harapannya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Kami hadir untuk melengkapi, bukan menggantikan peran pemerintah,” tambah Danan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Parung, Siti Latifah. Ia menilai kolaborasi bersama LKC Dompet Dhuafa selama tiga tahun membawa manfaat besar bagi masyarakat.
“Ke depan mudah-mudahan apa yang telah dilakukan LKC Dompet Dhuafa memberi manfaat lebih besar. Semoga tahun-tahun berikutnya kita dapat kembali berkolaborasi,” ucapnya.
Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Parung, dr. Vira Linda CB, juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin. “Kami berharap LKC dapat berkontribusi lebih besar dalam program prioritas nasional seperti TBC, stunting, pencegahan penyakit tidak menular, dan kesehatan lingkungan,” tuturnya.
Public Expo ini menjadi momentum penguatan sinergi antara LKC Dompet Dhuafa, pemerintah, Puskesmas, dan masyarakat menuju kawasan sehat yang mandiri dan berkelanjutan.
PIC Program Kawasan Sehat Desa Iwul, Sekar Elok Febriani, menegaskan bahwa expo ini merupakan bagian dari perjalanan kemandirian program.
“Selama tiga tahun, berbagai kegiatan mendapat respons baik dari masyarakat dan stakeholder. Harapannya setelah program ini, Desa Iwul dapat terus menjaga kesehatannya dan semakin sadar akan pentingnya kesehatan pribadi maupun lingkungan,” ungkapnya.





