BANTUL –
Sebanyak 48 dusun di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,
terancam mengalami kekeringan atau kesulitan air pada musim kemarau tahun ini.
Kepala Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto mengatakan,
puluhan dusun yang terancam kekeringan pada musim kemarau sebagian besar
terdapat di beberapa kecamatan kawasan perbukitan seperti Dlimo, Imogiri,
Pajangan, dan sebagian kawasan Kecamatan Piyungan, Plered, Pandak, dan Kasihan.
Dwi
melanjutkan, meski bencana kekeringan melanda tiap tahun di sebagian wilayah
Bantul, lembaganya sejak musim kemarau awal Juni sampai saat ini belum menerima
laporan ataupun permohonan suplai air bersih ke wilayah tersebut.
“Belum ada
yang meminta tambahan air bersih dari masyarakat. Kami sudah menyiapkannya
sejak awal Lebaran,” kata Dwi seperti dikutip Antara, Kamis (23/07/2015).
Dwi
menambahkan, puncak musim kemarau di wilayah DIY dan sekitarnya terjadi pada
bulan Agustus sampai September 2015 sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta.
Sementara
BPBD Bantul memprediksi musim kemarau tahun ini akan berjalan cukup panjang
sampai bulan November mendatang. Dwi menjelaskan, dampak El Nino ringan ke
wilayah Indonesia menjadi penyebab utama kemarau berkepanjangan.
Maka, BPBD
Bantul mengimbau warga, khususnya mereka yang tinggal di perbukitan, agar
mewaspadai dampak kemarau tersebut. Setidaknya bisa menghemat penggunaan air
agar kesulitan air tidak dirasakan lebih cepat.
“Kami
minta masyarakat bisa hemat dalam penggunaan air sehari-hari agar persediaan
air di sumber mata air masih mencukupi kebutuhan. Pasalnya, kaitannya dengan
droping air itu hanya sebagai solusi sementara, bukan jangka panjang,”
katanya.




