Puluhan Lembaga Kemanusiaan ASEAN Bahas Rohingya

0
108

KUALA LUMPUR—Puluhan lembaga kemanusiaan yang beroperasi di wilayah ASEAN melakukan pertemuan untuk membahas penderitaan yang dialami Muslim Rohingya, khususnya yang terdampar di perairan Malaysia dan Indonesia.

Pertemuan yang digelar bersamaan dengan Annual Meeting II Southeast Asia Humanitarian Committee (SEAHUM) ini dihelat di Kuala Lumpur, Kamis-Jumat (21-22/5/2015.

Ketua panitia penyelenggara, Ibrahim Abdullah, dalam sambutannya mengatakan, pertemuan ini dimaksudkan juga untuk membangkitkan semangat kebersamaan antar-NGO di Asia Tenggara.

“Pertemuan ini bisa menjadi sarana untuk menyatukan langkah dan program dalam mencari jalan keluar masalah-masalah kemanusiaan di kawasan ini secara khusus, dan global secara umum,” ujarnya,  Kamis (21/5/2015). 

Pertemuan yang digelar rutin dalam tiga tahunan ini menjadi momentum yang baik untuk kolaborasi lembaga-lembaga kemanusiaan di ASEAN karena di saat yang bersamaan, tengah terjadi krisis kemanusiaan yang menimpa kelompok Rohingya.

“Pertemuan ini menjadi kolaborasi yang baik antara NGO-NGO yang ada di Malaysia, Indonesia dan beberapa negara lainnya yang ada di ASEAN untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Dr. Hafidzi Mohd Noor, Chairman Board of Trustee MyCARE, selaku tuan rumah pertemuan.

Hafidzi menambahkan, kita tidak bisa hanya berharap pada jalur politik. Jalur politik selama ini sulit menyelesaikan krisis kemanusiaan yang terjadi di banyak tempat, termasuk di Myanmar. Untuk itu keberadaan lembaga-lembaga kemanusiaan menjadi sangat penting. “Selama ini Politik tidak bisa menjadi jalan keluar permasalahan kemanusiaan, contohnya palestina. Kita tidak pernah bisa bergerak jika menggunakan sudut pandang poliitik,” tambahnya.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here