spot_img

Respons Darling Dompet Dhuafa di Pengungsian Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

FLORES TIMUR – Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih terjadi. Status darurat siaga bencana diperjanjang hingga 24 Januari 2024. Sebanyak lebih dari 6.000 jiwa mengungsi yang tersebar dari 9 kecamatan.

Demi merespons kebutuhan para pengungsi, Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) bersama Disaster Management Center (DMC) hadir memberikan pelayanan bantuan makanan.

Melalui Program Dapur Keliling (Darling) bersama masyarakat setempat, Pos Hangat, hingga kebutuhan bahan masak di Dapur Umum seperti sayur, ikan, minyak, tahu, dan tempe, dihadirkan.

Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) bersama Disaster Management Center (DMC) hadir memberikan pelayanan bantuan makanan melalui Program Dapur Keliling (Darling) bersama masyarakat setempat, Pos Hangat, Dapur Umum. (Foto: LPM DD)

Sejak 14-19 Januari 2024, distribusi bantuan dilakukan di 4 lokasi yaitu, Pengungsian SDK Kemiri dan SMPN 1 Wulanggitang Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang, Posko pengungsi Desa Bokang Wolomatang, Kecamatan Titehena, Posko pengungsi Desa Konga, Kecamatan Titehena, dan Posko Pululera Desa Pululera Kecamatan Wulunggitang, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Setiap harinya, sebanyak ribuan pengungsi terbantu menikmati makanan yang disediakan di Dapur Keliling.

“Kondisi para pengungsi kini berada di 3 titik posko pengungsi yang berada 7 km dari titik erupsi dan para pengungsi masih di status siaga karena masih sering terjadi guguran lahar panas,” ujar Asep, Tim Darling LPM Dompet Dhuafa di lokasi.

Dompet Dhuafa melalui Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) bersama Disaster Management Center (DMC) hadir memberikan pelayanan bantuan makanan melalui Program Dapur Keliling (Darling) bersama masyarakat setempat, Pos Hangat, Dapur Umum. (Foto: LPM DD)

Lilis, ketua dapur di pengungsian Desa Boru, merasa sangat bahagia atas kehadiran Darling di Posko Pengungsian. Para pengungsi di Desa Boru, kata dia, baru pertama kali menikmati Jagung Susu Keju (Jasuke).

“Biasanya jagung di sini hanya direbus langsung makan tapi karena adanya darling, mereka menemukan resep baru untuk tambahan variasi menu mereka ketika di pengungsian,” tuturnya.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles