Serangan di Jantung Kota Tel Aviv, 4 Israel Tewas

Menyamar Jadi Yahudi

Saksi mata mengatakan kepada Channel 10, keduanya mengenakan jas dan memakai yarmulkes, mereka berpenampilan seperti orang Yahudi relijius.

Seorang penjaga keamanan di tempat kejadian menangkap salah satu penyerang, sedangkan penyerang kedua terus berlari beberapa ratus meter menuju komplek bioskop sambil terus menembak. Akhirnya ia berhasil ditembak dan terluka serius oleh penjaga keamanan stasiun Radio Israel yang tidak jauh dari sana.

Kepala polisi biro Tel Aviv, Chico Edri mengatakan kepada wartawan di tempat kejadian, bahwa tidak ada peringatan sebelum serangan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan konsultasi darurat dengan kepala pertahanan Israel di markas militer di Tel Aviv, dekat dengan daerah serangan, sesaat setelah mendarat di Israel setelah kunjungan ke Moskow.

Netanyahu akan mengadakan pertemuan kabinet keamanan, sebuah forum keamanan 10-menteri, untuk membahas langkah-langkah yang mungkin setelah serangan tersebut.

Juru bicara polisi Luba Samri mengatakan polisi akan mengerahkan banyak anggotanya di tempat-tempat ramai di Tel Aviv pada hari-hari mendatang.

Terakhir kali serangan penembakan mematikan di Tel Aviv pada bulan Januari, ketika 29 tahun Arab Israel Nashat Milhem menembak dan menewaskan dua warga Israel di sebuah bar Tel Aviv, dan membunuh sopir taksi Israel lainnya.

Polisi menemukan keberadaannya beberapa hari setelah itu dan Milhem tewas setelah terjadi baku tembak dengan polisi.

Setidaknya 31 warga Israel tewas, termasuk korban penembakan Rabu, serudukan mobil dan serangan penusukan pisau dilakukan oleh warga Palestina, sejak intifadah 3 berlangsung sejak Oktober 2015.

Sementara di pihak Palestina ada sekitar 205 warga tewas, kebanyakan karena bentrokan dengan pasukan keamanan Israel selama protes di Tepi Barat, sementara yang lain ditembak mati setelah mencoba atau melakukan serangan terhadap Israel.

Seperti dilaporkan Xinhua, gelombang kekerasan merupakan hasil dari 49 tahun pendudukan Israel di Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, di mana mereka ingin menjadi Palestina Merdeka.

Advertisement