Serangan Israel Tewaskan 450 Anak Palestina Jelang Ujian Masuk Sekolah

0
95
Intisar al-Arabid, seorang guru Palestina yang tinggal di Gaza, mengajari anak-anak pengungsi di tempat penampungan di selatan Kota Rafah. (Foto: Antara/Xinhua)

GAZA – Kementerian Pendidikan Palestina mengumumkan bahwa serangan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki sejak 7 Oktober telah menyebabkan kematian 450 anak sekolah yang seharusnya mengikuti ujian masuk sekolah menengah atas tahun ini.

Juru bicara kementerian, Sadiq al-Khadour, mengatakan kepada Anadolu bahwa ujian sekolah menengah Palestina dimulai pada Sabtu di Tepi Barat dalam kondisi sulit dan tidak dapat diadakan di Jalur Gaza.

Al-Khadour menekankan bahwa 450 siswa yang bersiap untuk mendaftar di sekolah menengah telah tewas akibat serangan tentara Israel, dengan 430 siswa di Jalur Gaza dan 20 siswa di Tepi Barat.

Sementara itu, sebanyak 50.000 siswa di Tepi Barat mengikuti ujian sekolah menengah atas, tetapi 39.000 siswa di Jalur Gaza tidak dapat mengikuti ujian tersebut karena serangan Israel yang sedang berlangsung.

Selama kunjungan ke wilayah selatan Hebron untuk memantau ujian sekolah menengah yang diadakan di sana, Perdana Menteri Palestina Mohammed Mustafa menekankan pentingnya ujian tahun ini.

Mustafa mengatakan bahwa ujian ini menyampaikan pesan bahwa pendidikan adalah senjata utama dalam menghadapi pendudukan dan mencapai kemerdekaan.

Ia menambahkan bahwa komitmen Palestina terhadap pendidikan adalah jalan untuk mengatasi seluruh tantangan.

“Pendudukan telah menghalangi 39.000 siswa untuk mengikuti ujian sekolah menengah atas karena agresi yang terus berlanjut terhadap Jalur Gaza,” kata Mustafa.

Hingga 17 Juni, perang Israel telah menghancurkan total 110 sekolah dan universitas serta merusak sebagian 321 lainnya. Menurut kantor media pemerintah di Gaza, perang tersebut juga telah merenggut nyawa lebih dari 10.000 pelajar.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here