BERMODALKAN tekad dan semangat saja, tim PSSI Garuda, seperti yang diperkirakan publik di dalam negeri dan fakta di lapangan, ternyata kalah lagi dari lasykar Singa Mesopotamia, Irak dan laga Piala Dunia Qatar 2023, Senin malam (15/1).
Janji pelatih Garuda, Shin Tae-yong, anak asuhannya akan tampil beda ternyata tidak terwujud dan hasil laga (1 – 3) mengulangi lagi kekalahan dari Irak  seperti pada penyisihan Piala Dunia 2026 di Basra, Irak, November lalu, dengan skor (1 – 5).
Sejak awal laga, skuad Garuda sudah jadi bulan-bulanan lini depan Irak, tampak dari penguasaan bola hanya 28 persen sehingga terciptanya gol oleh lawan hanya tinggal tunggu waktu.
Gol pertama dilesakkan pemain Irak M. Ali pada menit ke-17 setelah gelandang bertahan Garuda, Justin Hubner gagal memotong umpan terobosan lawan, lalu Garuda sempat menyamakan kedudukan.
Pada masa injuri babak pertama Garuda kecolongan lagi sehingga mengubah skor 1-2, lalu kekalahan duel udara beck Garuda Ricky Ridho melawan penyerang pengganti Irak, Aymen Husein pada menit ke-75 menutup laga dengan skor 1 – 3 untuk Irak.
Melawan Irak yang pernah jadi juara Piala Asia di Jakarta pada 2007 dan tak pernah absen di ajang turnamen akbar level Asia itu, penggawa Garuda memang kalah kelas. Faktanya, ranking sepak bola Indonesia memang jauh di bawah Irak (146 berbanding 67).
Dalam tiga uji coba sebelumya, PSSI Garuda tampil buruk, kalah dua kali melawan Libya di Turki , 0 –4 dan 1 – 2 serta 0 – 4 lawan Iran di Qatar, sehingga tampak barisan belakang Garuda sangat rapuh, kebobolan sepuluh gol, sebaliknya lini penyerangnya juga tidak bergigi, hanya melesakkan satu gol.
Namun dalam Piala Asia ‘23 Qatar, pelatih Garuda, Shi Tae-yong berbekal delapan pemain naturalisasi dari 26 anggota skuad Garuda seluruhnya, berani pasang target tinggi untuk lolos pertama kalinya ke babak 16 besar.
Selanjutnya amat berat untuk lolos ke putaran 16 besar Piala Asia, mengingat paling tidak, peluang masih terbuka jika pada laga selanjutnya. Garuda bisa menang melawan Vietnam, langganan juara di Asia Tenggara.
Di grup D, Garuda selain dengan Irak dan Vietnam, juga harus menghadapi tim Samurai Biru Jepang yang sudah malang melintang termasuk di event Piala Dunia dan pernah empat kali menjadi juara Asia atau terbanyak. Laga berikutnya, Garuda vs Vietnam (Jumat, 19/1) dan melawan Jepang (Rabu, 24/1).
Masih ada peluang, walau kecil untuk lolos ke babak putaran selanjutnya ke 16 besar Piala Asia 2023, namun ke depan pembinaan jangka pendek dan jangka panjang harus dilakukan jika Indonesia ingin masuk deretan elite sepak bola Asia, apalagi di level dunia.
Ke depannya, jalan pintas atau instant memapak prestasi olah raga khususnya sepakbola, termasuk dengan merekrut pemain naturalisasi, agaknya kurang memadai, melainkan harus melalui pembinaan berjenjang dan konsisten.
Event-event pertandingan mulai dari level anak-anak, remaja (usia SLTP sampai SLTA), perguruan tinggi, yunior sampai senior secara rutin dan juga liga-liga harus terus dikembangkan sementara PSSI juga harus diisi tokoh-tokoh profesional.





