Stres karena Perkerjaan Bisa Ganggu Kesehatan, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

ilustrasi

JAKARTA – Stres yang disebabkan oleh pekerjaan tidak hanya mengakibatkan penurunan kinerja, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Oleh karena itu, bagi pekerja, sangat penting mengenali gejala stres kerja dan mengetahui cara mengatasinya. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang serius.

Meskipun stres kerja merupakan hal umum, namun hal ini tidak boleh diabaikan. Jika tidak ditangani dengan baik, stres kerja dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti sakit kepala, sakit perut, kesulitan tidur, kelelahan, dan risiko cedera di tempat kerja.

Jika dibiarkan berlarut-larut, stres dapat meningkatkan risiko kesehatan seperti obesitas, hipertensi, penyakit jantung, diabetes, serta gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.

Dokter spesialis kedokteran jiwa, dr. Zulvia Oktanida Syarif, Sp.KJ, mengingatkan pentingnya waspada terhadap masalah kesehatan kerja agar tidak mengganggu produktivitas.

“Mungkin seseorang tidak ada diagnosis gangguan mental, tapi, sebenarnya sedang tidak sehat secara mental. Ada yang seperti itu, jadi harus diwaspadai,” kata Zulvia, dilansir dari Antara.

Gejala gangguan mental yang terkait dengan pekerjaan meliputi kesulitan tidur, stres karena tekanan pekerjaan, kehilangan motivasi, dan penurunan interaksi dengan keluarga.

Faktor-faktor seperti tuntutan pekerjaan yang tinggi, budaya organisasi yang tidak kondusif, perundungan, pelecehan, dan jam kerja yang panjang dapat menyebabkan seseorang merasa tertekan dan mengalami stres.

“Harus siap setiap saat padahal lagi di rumah, lagi cuti, lagi liburan, tapi, masih mengurus pekerjaan. Ini yang membuat pekerja merasa tertekan. Jadi, tidak sehat secara mental,” kata Zulvia.

Zulvia menyarankan agar individu yang mengalami stres kerja mencoba melakukan perubahan kecil di lingkungan kerja atau bahkan mengambil cuti untuk menyegarkan pikiran.

Jika cara-cara tersebut tidak efektif, konsultasi dengan psikolog disarankan sebagai langkah terakhir untuk penanganan yang tepat. Berbicara dan berkonsultasi dapat membantu seseorang merasa lebih lega dan bijaksana dalam mengambil keputusan di tempat kerja.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here