Thailand Diduga Pisahkan Anggota Keluarga Uighur

0
108

BANGKOK – Pemerintah Thailand kembali membuat kontroversi dengan dugaan memisahkan anggota keluarga Uighur dengan mengirimkan sebagian dari anggota keluarga ke Turki dan sebagian lainnya ke Tiongkok pada bulan Juni 2015.

Berdasarkan laporan lembaga kemanusiaan Thailand, Sunai Phasuk, yang dimuat di halaman Bangkok Post bahwa anggota keluarga berjenis kelamin perempuan dan berusia muda dikirim ke Turki sementara pria dewasa dan beberapa perempuan lainnya dikirim ke Tiongkok.

“Segera setelah pemerintah Thailand mendapatkan pujian karena menerbangkan lebih dari 170 perempuan dan anak-anak keturunan Turki (Uighur) ke negara yang mereka inginkan, pemerintahan yang sama juga segera mengambil keputusan 180 derajat dengan mengirimkan pria Uighur ke negara yang tidak mereka inginkan,” demikian pernyataan Phasuk dikutip dari World Bulletin, Senin (13/07/2015).

Lembaga internasional Human Rights Watch (HRW) pada Jumat (10/11/2015) menegaskan laki-laki Uighur yang diterbangkan ke Tiongkok sangat mungkin akan mendapatkan tindakan sewenang-wenang. “Mereka yang dipaksa pulang ke Tiongkok telah mengalami penangkapan dan penahanan sewenang-wenang serta pengadilan kriminal,” kata HRW.

Namun Thailand menepis tudingan tersebut. Mereka mengatakan tidak benar jika telah memisahkan anggota-anggota keluarga para pengungsi Uighur. “Aparat polisi imigrasi kami berusaha sebaik mungkin melaksanakan kebijakan yang pertama,” kata Sekretaris Umum Dewan Keamanan Nasional Thailand, Anusit Kunakorn.

Kunakorn mengonfirmasi 140 perempuan dan 32 anak-anak Uighur dikirik ke Turki pada Kamis (02/07/2015) dengan dukungan penuh dari pemerintahan Reccep Tayyip Erdogan. Dia sebelumnya mengatakan terdapat 173 orang yang dikirim ke Turki yang berarti – jika benar – maka hanya ada satu pria di dalam pesawat.

“Mereka tidak terlibat dalam aktivitas ilegal,” tegas Kunakorn.

Dia juga mengakui ada sekelompok orang termasuk 85 laki-laki dewasa dan 24 perempuan yang diverifikasi sebagai warga negara Tiongkok dan dikirim ke Bejing pada Kamis (09/07/2015) kemarin. “Beberapa dari mereka terlibat dalam perbuatan ilegal,” kata Kunakorn.

Berdasarkan keterangan pihak imigrasi Thailand, saat ini setidaknya terdapat 60 warga Uighur yang masih ditahan di Thailand termasuk 52 laki-laki dewasa, perempuan, dan empat anak-anak yang masih menjalani proses verifikasi kewarganegaraan.

Thailand menghadapi badai kritikan dari Turki, Uni Eropa, Amerika Serikat, UNHCR, dan kelompok HAM lainnya karena telah mendeportasi pengungsi Uighur ke Tiongkok.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here