Tim Dompet Dhuafa Masih Berjibaku Bantu Padamkan Api Karhutla di Palangka Raya

PALANGKA RAYA – Koordinator Respon Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa, di Palangka Raya, Kalimantan Tengah mengatakan timnya masih terus berjibaku membantu memadamkan api karhutla.

“Meski sejumlah api telah padam, masih ada bara yang belum padam. Itu dapat kembali membakar ranting dan kayu hingga memicu kembali terjadi kebakaran. Itulah proses pendinginan karhutla di wilayah Kalampangan, Palangka Raya, juga tidak sebentar,” tutur Ahmad Yamin.

Dia menambahkan, sebelumnya, pada Selasa (17/9/2019), tim DMC di Palangka Raya telah melakukan koordinasi dengan tim pemadam karhutla TSAK (Tim Serbu Api Kelurahan) dan Borneo Fire Rescue. Dengan tim relawan WCD (World Clean up Day) untuk pembagian masker ke masyarakat terdampak.

Tim Konumikasi DMC, Sigit, juga turut melaporkan, jika situasi terkini di Kalimantan Tengah, kabut asap masih menyelimuti Kota Palangka Raya.

“Aktivitas sekolah di Kota Palangka Raya diliburkan selama tiga hari, mulai tanggal 16-18 September 2019. Wali Kota Palangka Raya memberlakukan masa tanggap darurat Karhutla terhitung mulai tanggal 16-30 September 2019. Layanan Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya kembali dibuka. Namun aktivitas penerbangan belum sepenuhnya normal,” terang Sigit, Tim Komunikasi DMC Dompet Dhuafa.

Kualitas udara wilayah Kalimantan Tengah berada di angka 460 (berbahaya), sebanyak 2.637 warga menderita ISPA di Kalimantan Tengah, meliputi: Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Murung Raya, Barito Utara, Kapuas, dan Kotawaringin Barat. Wilayah lain seperti Barito Timur, Barito Selatan, Gunung Mas, Katingan, Lamandau, Pulang Pisau, Sukamara, menderita ISPA kurang dari 100 jiwa.

“Aksi respon selanjutnya, kami kembali melakukan respon pemadaman darat di wilayah Kalampangan, distribusi masker ke masyarakat terdampak kabut asap di daerah Sampit, assessment kesehatan mobile di area lain. Saat ini jenis kebutuhan darurat yakni masker, mesin air, peralatan pemadam, juga logistik relawan pemadam,” tutup Ahmad Yamin, dilansir laman dompetdhuafa.org.

Advertisement