Toyota Recall 550.000 Unit Highlander, Masalah Sandaran Kursi Jadi Pemicu

Toyota, resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sekitar 550.000 unit SUV populer mereka, Toyota Highlander. (Foto: scene7.toyota.eu)

JAKARTA, KBKNews.id – Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota, resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sekitar 550.000 unit SUV populer mereka, Toyota Highlander. Langkah ini diambil setelah ditemukan adanya potensi kegagalan pada mekanisme pengunci sandaran kursi baris kedua. Kondisi ini dapat membahayakan penumpang jika terjadi benturan.

Kampanye keselamatan ini mencakup model Highlander konvensional maupun Highlander Hybrid untuk tahun produksi 2021 hingga 2024. Dalam unit tersebut, Toyota menggunakan teknologi recliner khusus pada kursi penumpang bagian tengah.

Kegagalan Sistem Pengunci Kursi

Masalah utama berfokus pada komponen gigi pengunci pada mekanisme sandaran kursi. Berdasarkan laporan dari Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional AS (NHTSA), bagian tersebut berpotensi gagal mengunci secara sempurna saat penumpang sedang mengatur posisi sandaran.

Kondisi ini sangat krusial. Jika kursi tidak terkunci dengan kuat, maka tidak akan mampu menahan beban penumpang secara optimal dalam situasi darurat.

“Sandaran kursi yang tidak terpasang kuat pada posisi terkunci dapat gagal menahan penumpang dengan benar, sehingga meningkatkan risiko cedera jika terjadi kecelakaan dalam kecepatan tinggi,” tulis pemberitahuan resmi penarikan tersebut.

Kronologi Penemuan Masalah dari Pemasok

Masalah ini pertama kali terendus oleh Toyota saat melakukan inspeksi rutin di pabrik perakitan pada Oktober 2023. Investigasi mendalam kemudian mengungkap adanya perubahan desain yang dilakukan oleh pihak pemasok, Toyota Boshoku Indiana, tanpa sepengetahuan pihak Toyota.

Komponen yang bermasalah ini diproduksi di Princeton, Indiana, AS, oleh sebuah perusahaan yang memang menspesialisasikan diri pada pembuatan interior otomotif untuk lini produk Toyota. Menanggapi temuan tersebut, Toyota memutuskan untuk melakukan langkah sukarela demi menjamin keamanan konsumen.

Meskipun melakukan penarikan massal, Toyota mengaku belum bisa memastikan secara rinci berapa persentase pasti dari ratusan ribu unit tersebut yang benar-benar memiliki cacat fisik.

Langkah Perbaikan dan Layanan Gratis

Toyota berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh. Perusahaan mulai mengirimkan surat pemberitahuan resmi kepada pemilik kendaraan yang terdampak mulai 20 April mendatang. Para pemilik mobil diminta untuk segera mengunjungi diler resmi guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sebagai bentuk layanan purna jual, Toyota akan melakukan penggantian komponen recliner yang bermasalah tersebut tanpa memungut biaya dari pelanggan. Bagi konsumen yang ingin memastikan status kendaraannya, penarikan ini terdaftar secara resmi dengan kode referensi 26TB06 dan 26TA06.

Langkah proaktif ini menegaskan komitmen Toyota dalam menjaga standar keamanan produknya, meskipun harus melakukan penarikan dalam skala yang cukup masif di pasar global.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here