Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya Gunung Ruang 

Gunung Ruang di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara masih mengeluarkan asap vulkanik, Jumat (19/4/2024). (Foto: Basarnas)

MANADO – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta warga agar menjauhi radius bahaya dua kilometer dari Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Ruang masih pada Level II atau Waspada,” kata Kepala PVMBG P Hadi Wijaya dalam laporan aktivitas Gunung Ruang, di Manado, Minggu (13/10/2024).

Hadi menekankan pentingnya warga untuk mematuhi rekomendasi yang telah diterbitkan oleh PVMBG.

Selama status Waspada ini, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ruang serta wisatawan diimbau untuk tetap waspada dan tidak mendekati wilayah dalam radius dua kilometer dari pusat kawah yang aktif.

“Warga yang bermukim di wilayah Pulau Ruang yang masuk dalam radius dua kilometer agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius tersebut,” ujarnya.

Selain itu, warga disarankan untuk selalu menggunakan masker guna melindungi diri dari abu vulkanik yang bisa mengganggu sistem pernapasan.

Mereka yang berada di luar radius bahaya diimbau untuk tetap tenang, menjalani aktivitas seperti biasa, tidak terpengaruh oleh isu-isu tentang erupsi, dan terus memantau perkembangan aktivitas gunung melalui aplikasi MAGMA Indonesia.

PVMBG juga meminta agar pemerintah daerah dan BPBD Sulawesi Utara selalu berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang di Desa Tulusan atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai tingkat aktivitas Gunung Ruang, dan jika terjadi perubahan signifikan, informasi akan segera disampaikan.

Bahaya yang dihadapi saat ini termasuk erupsi yang dapat memunculkan lontaran material pijar dan abu vulkanik, yang penyebarannya tergantung pada arah dan kecepatan angin, serta ancaman lahar jika terjadi hujan deras di sekitar gunung.

Pada periode 16-30 September 2024, tercatat 31 kali gempa embusan, 70 kali gempa vulkanik dalam, delapan gempa tektonik lokal, dan 134 gempa tektonik jauh. Pada 30 September, juga terjadi 32 kali gempa vulkanik dalam.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here