Waspada! Cuaca Buruk di Tengah Arus Mudik

Citra satelit Siklon tropis 98S. Cuaca buruk termasuk hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah I dampak siklon tropis 98S Indonesia di tengah arus mudik tahun ini. Para sahbandar, pemilik kapal dan opetaror perjalanan diminta menomorsatukan keselamatan penumpang.

PARA pemudik terutama yang menggunakan moda angkutan laut diminta mewaspadai  cuaca buruk akibat siklon tropis 98S yang bisa memicu hujan lebat dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah.

“Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat di Provinsi Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Papua, “ kata Kepala Pusat Meteorologi Publik, BMKG Fachri Rajab (9/4).

Selai itu ada lagi sejumlah wilayah yang juga harus ditingkatkan kewaspadaannya terhadap cuaca buruk yakni Kep. Bangka Belitung, Banten, Jabodetabek, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua Barat.

Sebagian besar pelabuhan laut di Indonesia, menurut Kepala Pusat Meterologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, sebagian besar pelabuhan di Indonesia juga berpotensi hujan saat periode sebelum, saat dan setelah Lebaran.

Ketinggian gelombang laut pada periode tersebut, umumnya berkategori rendah (0,5 sampai satu meter), namun di perairan tertentu bisa mencapai 2,5 meter atau kategori sedang di perairan barat Sumatera, selatan Jawa hingga Sumba, Samudera Hindia barat Sumatera dan Samudera Hindia selatan Sumba.

Menurut catatan BMKG, badai siklon tropis 98S yang sedang melintas dari Laut Timor menuju Samudera Hindia mengancam wilayah NTT sehingga diprakirakan memicu curah hujan tinggi dan angin kencang hingga 12 April.

Untuk itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari, Kupang Agung Sudiono mengingatkan kemungkinan bencana yang timbul akibat lintasan bibit  siklon (98S di sejumlah wilayah NTT.

Siklon tropis 98S juga bisa memicu kecepatan angin melampaui 50 Km per jam yang berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di sejumlah kawasan perairan, misalnya di L. Sawu, tinggi gelombang bisa mencapai tiga meter, bahkan sampai lima meter.

Tentu yang harus lebih diingatkan untuk memastikan cuaca aman bagi pelayaran adalah syahbandar dan perusahaan pelayaran untuk  tidak memaksakan diri mengizinkan pelayaran demi mengejar pemasukan.

Sanksi tegas harus dikenakan bagi petugas pelanggarnya, apalagi jika sampai ada korban jiwa akibat keputusan yang diambil!

 

 

 

 

Advertisement