Waspada ! Hujan dan angin kencang Jabodetabek

Wapada hujan lebat diserta angin kencang diprakirakan akan melanda wilayah Jabodetabek dan 31 wilayah lainnya,baik di P. Jawa, maupun Kalimantan dan Sulawesi.

BMKG memprakirakan, dalam sepekan ke depan sejumlah fenomena atmosfer diprediksi akan mempengaruhi pola cuaca di Indonesia termasuk wilayah Jabodetabek dan sekitarnya yang bakal diguyir hujan lebat disertai angin kencang.

Sirkulasi siklonik yang terdeteksi di Laut Natuna dan Samudera Hindia barat daya Banten, menurut BMKG,  ikut memperkuat kondisi ini, memicu kenaikan pengangkatan massa udara yang mempermudah terbentu awan hujan dengan intensitas tinggi di wilayah sekitarnya.

“Hal ini membuat potensi curah hujan yang signifikan lebih tinggi, sehingga masyarakat di daaerah terkait perlu waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem,” ujar BMKG.

“Saat ini memang ada fenomena belokan angin dan konvergensi,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto saat dikonfirmasi, Senin (2/12).

Selain Jakarta, fenomena angin kencang ini juga terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Berdasarkan analisis streamline BMKG 3 Desember, daerah-daerah tersebut merupakan daerah potensi pertumbuhan awan dan menurut Guswanto fenomena angin kencang tersebut terjadi karena gradien tekanan tinggi sehingga gerak angin tergantung musim.

“Angin kencang terjadi karena gradien tekanan yang tinggi. Angin juga musiman, angin timuran terjadi saat musim kemarau dan angin baratan terjadi saat musim hujan,” ujarnya.

Picu hujan

Selain itu, kombinasi aktif Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, Kelvin, dan Low Frequency di wilayah barat dan tengah Indonesia memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung terjadinya hujan lebat di berbagai daerah.

Kondisi tersebut berpotensi memicu hujan dengan durasi yang lebih panjang dan intensitas yang lebih tinggi.

Menurut BMKG seiring dengan periode puncak musim hujan, beberapa wilayah Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi memiliki risiko lebih besar terhadap curah hujan yang tinggi.

Hal itu berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, atau tanah longsor di daerah rawan.

Selain itu, perlu juga diperhatikan potensi hujan lebat yang terjadi pada daerah-daerah aliran sungai di sekitar gunung berapi yang saat ini sedang aktif, karena berpotensi menimbulkan banjir lahar hujan.

Potensi cuaca ekstrim di 31 daerah dan gelombang tinggi di Perairan Selatan Jawa Tengah terjadi pada Senin (2/12). Untuk itu warga yang beraktivitas di darat dan laut diminta mewaspadai dampak akibat kondisi alam tersebut.

Cuaca berawan pada pagi di darat dan laut pasang pagi Senin (2/12) diperkirakan akan berubah drastis pada siang, sore dan awal malam yakni turunnya hujan ringan-lebat, bahkan dapat menjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir terutama di kawasan pegunungan tengah, pesisir selatan dan Solo Raya.

Tidak hanya di darat, cuaca di laut selatan dan Utara Jawa Tengah juga diperkirakan diguyur hujan, bahkan gelombang tinggi kembali berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Tengah yakni berkisar 0,5-3 meter.

Warga yang beraktivitas di perairan Samudera Hindia diminta untuk waspada seperti nelayan, pelayaran umum dan tongkang.

“Waspadai gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah dan Jawa Barat hingga Selasa (3/12), angin dari arah tenggara ke barat laut berkecepatan 2-15 knot,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Suwardi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here