ADA sekitar 1,5 juta pengidap penyakit ginjal di Indonesia di mana penderitanya tak hanya lansia, tetapi juga remaja, bahkan anak-anak, a.l. dipicu pola hidup dan pola makan tak sehat.
Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, menyebabkan sanak saudara dan para penggemarnya berduka.
Selama enam tahun terakhir, Vidi berjuang melawan kanker ginjal dan melalui media sosialnya, ia kerap membagikan perkembangan pengobatan yang ia jalani.
Melalui media sosialnya, ia kerap membagikan perkembangan pengobatan yang ia jalani.
Pada tahun 2023, Vidi sempat mengungkapkan kanker yang diidapnya sudah bermetastasis atau menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Terlepas dari kejadian yang dialami Vidi, sebenarnya apa itu kanker ginjal?
Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM mengungkapkan kanker ginjal merupakan keganasan yang berasal dari sel-sel ginjal, utamanya sel epitel tubulus ginjal yang berfungsi menyaring urine.
Jenis kanker ginjal yang paling banyak ditemukan pada orang dewasa adalah Renal Cell Carcinoma (RCC).
dr Andhika menjelaskan kanker ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala pada stadium awal.
Terdeteksi tanpa sengaja
Pada banyak kasus, kanker ginjal baru ditemukan secara tidak sengaja melalui pemeriksaan radiologi seperti USG dan CT scan karena pemeriksaan kondisi lain.
Namun, apabila tumor mulai membesar, beberapa gejala dapat muncul seperti munculnya darah pada urine.
“Kemudian ada nyeri di daerah pinggang atau punggung bagian samping. Lalu, benjolan di aarea perut atau pinggang.
Ketiga tanda ini dikenal sebagai ‘triad klasik’ kanker ginjal, meski pada praktiknya muncul pada sebagian pasien saja,” ungkap dr Andhika.
Penyanyi Vidi Aldiano tengah menjalani menjalani pengobatan kemoterapi untuk kanker ginjal yang sudah diidapnya sejak 2019.
Baru-baru ini, Vidi curhat tentang perubahan yang terjadi pada tubuhnya diduga efek dari obat kemoterapi.
Obat kemoterapi diketahui memang bisa memicu sejumlah perubahan pada kulit yang mungkin termasuk ruam, sensitivitas cahaya, kulit kering dan gatal, sampai perubahan warna kulit.
National Cancer Institute menyatakan bahwa kemoterapi dapat menyebabkan hiperpigmentasi atau hipopigmentasi kulit.
Hiperpigmentasi adalah penggelapan kulit yang berlebihan. Hipopigmentasi adalah area kulit yang lebih terang daripada warna kulit normal seseorang.
Melakoni pola hidup dan makan sehat adalah salah satu aupaya untuk meghindari penyakit yang menyebabkan kematian keempat tertinggi setelah penyakit jantung, stroke dan kanker. (detik.health/ns)





