DMC Dompet Dhuafa Suarakan Aksi Nyata Lindungi Lapisan Ozon

Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Officer Program Lingkungan Dompet Dhuafa menyelenggarakan Talkshow edukasi bertema Lindungi Ozon Kurangi Perubahan Iklim, pada acara Swara Sore Seru dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia 2024 di NEHA Hub Id, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Jumat (20/9/2024). (Foto: DMC DD)

JAKARTA – Tanpa kita sadari, ada salah satu upaya pelestarian lingkungan yang sering kali kita hiraukan, yang justru sangat berdampak terhadap kehidupan sehari-hari, yakni penipisan lapisan ozon. Tanpa lapisan ozon, kehidupan di Bumi akan terancam, karena paparan UV yang tinggi dapat menyebabkan kanker kulit, merusak sistem imun tubuh dan kerusakan ekosistem.

Persoalan itu menjadi topik utama pembahasan dalam kegiatan “Swara Sore Seru” dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia 2024 yang berlangsung Jumat (20/9/2024) sore di NEHA Hub Id, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Kegiatan ini berisikan Talkshow edukasi yang bertema “Lindungi Ozon Kurangi Perubahan Iklim” diselenggarakan oleh Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Officer Program Lingkungan Dompet Dhuafa.

Diawali dengan pembahasan mengenai kebijakan dan Upaya pemerintah dalam penyelamatan lapisan ozon yang disampaikan oleh Ir Zulhasni MSc (Kepala Sub Direktorat Pengendalian Bahan Perusak Ozon, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan).

“Pemerintah Indonesia, dari tahun 1992 sudah meratifikasi. Bahan perusak ozon itu, kan, banyak jenisnya. Ada CFC, ada metil kloroform, dan lain-lain. Termasuk bahan pelarut tipe-x yang pernah kita gunakan waktu di sekolah. Itu salah satunya juga. Jadi, di kehidupan kita tuh banyak sekali bahan perusak ozon yang kita gunakan,” kata Zulhasni.

Ahmad Baikhaki, Manager Kesiapsiagaan dan Mitigasi Adaptasi Perubahan Iklim DMC Dompet Dhuafa, salah satu pembicara pada sesi talkshow dan diskusi, menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim, khususnya terkait ancaman radiasi sinar UV yang dapat merusak kulit dan mengancam ketahanan pangan.

“Dalam menghadapi perubahan iklim, kita harus menjaga agar lapisan ozon tidak bocor. Gas-gas seperti CO2 sangat berpotensi merusak lapisan tersebut, dan kita harus terus berupaya untuk menghindarinya,” ucap Baikhaki

“Perubahan iklim bukan hanya soal suhu yang meningkat atau cuaca yang tidak menentu. Ini juga menyangkut ketahanan pangan kita. Jika lapisan ozon rusak, tanaman akan gagal panen, kesehatan masyarakat terganggu, dan krisis ekonomi serta air dan lain sebagainya,” tuturnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here