JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Sulawesi Selatan melaksanakan program Pos Gizi di Posyandu Mawar, Kelurahan Mangempang, sebagai upaya menekan kasus stunting di Kabupaten Barru.
Sebanyak 20 balita mengikuti program ini selama tiga bulan dengan pemantauan pra dan pasca intervensi.
Program Pos Gizi menghadirkan kegiatan masak dan makan bersama menggunakan bahan pangan bergizi seperti ikan kembung, sayuran, dan buah. Orangtua dilibatkan langsung dalam proses pengolahan makanan serta mendapatkan paket nutrisi untuk dikonsumsi di rumah.
Intervensi ini digelar menyusul meningkatnya angka stunting di Kabupaten Barru berdasarkan SSGI. Setelah sempat berada di angka 14,1 persen pada 2022, prevalensi stunting naik menjadi 22,1 persen pada 2023 dan mencapai 26,9 persen pada 2024. Dinas Kesehatan Barru menilai kondisi tersebut perlu penanganan lintas pihak, termasuk peningkatan literasi gizi di tingkat keluarga.
Program ini terlaksana melalui dukungan zakat maal dari HUMIA Trust, komunitas Muslim Indonesia di Auckland, Selandia Baru. Fasilitator program, Wulan Cahya, menyebut zakat relevan untuk intervensi stunting karena mayoritas penerima manfaat berasal dari keluarga fakir dan miskin. Ia juga menyoroti rendahnya pemahaman orangtua mengenai gizi dan maraknya konsumsi makanan ultra proses pada balita.
Kader Posyandu Mawar mengakui adanya perubahan pola makan dan peningkatan pemahaman gizi sejak program berjalan. Dinas Kesehatan Barru menilai metode Pos Gizi dapat menjadi model intervensi yang lebih efektif karena melibatkan orangtua secara langsung, berbeda dengan skema distribusi makanan siap konsumsi yang sebelumnya diterapkan.
Dompet Dhuafa berharap dukungan zakat dapat memperluas penanganan stunting di Barru dan daerah lain. Program Pos Gizi diharapkan menjadi contoh pemberdayaan yang dapat menekan risiko stunting secara berkelanjutan.




