spot_img

Garuda Gagal Terbang Lebih Tinggi lagi

MISSION impossible skuad PSSI Garuda untuk mengepakkan sayapnya lebih tinggi di ajang Piala Asia Qatar 2023 terhenti setelah dibantai 0 – 4 oleh tim unggulan, Socceroos dari  Negeri Kanguru Australia.

Skuad Garuda harus angkat koper di fase gugur 16 besar, setelah sebelumnya berhasil mengukir sejarah, untuk pertama kalinya lolos dari empat kali kesertaan sebelumnya pada event terakbar sepak bola level Asia itu.

Walau mengambil inisiatif menyerang sejak awal peluit dibunyikan, Garuda malah kebobolan pada menit ke-12 dari  gol bunuh diri pemain belakang Elkan Baggott.

Menerima umpan balik dari rekannya,  tendangan penyerang Australia Jackson Irvin yang membentur tubuh pemain belakang Garuda Elkan Baggot, lalu melesak ke gawang yang dijaga Ernando Ari.

Tim Socceroos mampu memanfaatkan longganya lini belakang Garuda walau menerapkan sistem 4-3-3. Striker Australia Martin Boyle yang berdiri bebas berhasil menyundul bola pada menit ke-45 membawa timnya unggul 2 – 0.

Gol ketiga Australia diciptakan oleh pemain pengganti Crag Goodwin pada menit ke 89 berasal dari bola muntah sundulan rekannya Jackson Irvin yang gagal ditangkap kiper Garuda.

Pada injury time, Harry Souttar memanfaatkan tinggi badannya, 198  cm dari tendangan bebas  rekannya, mengantarkan Australia ke babak perempat final dengan skor akhir 4 – 0.

Kemenangan tim Kanguru atas Garuda sudah diprediksi banyak orang, bahkan ada yang menganggapnya sebagai laga antara David dan Goliath karena di atas kertas kekuatan kedua kesebelasan terpaut jauh. Skuad Aussie menempati ranking ke-25 FIFA, sedangkan Indonesia berada di posisi ke-142.

Tim Australia pernah memenangkan Piala Asia pada 2015 dalam lima kali kesertaannya, sementara dalam lima kali pertemuan dengan Indonesia, mereka menang empat kali dan sekali seri.

Performa skuad Garuda di Piala Asia kali ini walau sudah banyak kemajuan sejak ditangani Shin Tae-jong, memang masih perlu diasah lagi karena tim-tim lain yang tampil jauh lebih baik.

Pada uji coba sebelumnya, ditekuk Libya dua kali: 0 – 4 dan 1 – 2, Iran 0 – 5, dan di Grup D Piala Asia hanya menang sekali, lawan Vietnam ( 1- 0), kalah dari Irak (1 – 3 ) dan Jepang (1 – 3), sebaliknya Australia peringkat pertama di Grup B.

Tanpa mengurangi apresiasi atas capaian PSSI yang pertama kalinya lolos babak penyisihan awal Piala Asia yang dikuti  24 tim  berkat menempati posisi empat peringkat tiga terbaik, perjalanan Garuda untuk memapak prestasi di ajang Asia saja  agaknya masih jauh.

Komposisi skuad Garuda saat ini, dengan rata-rata usia pemain 24,5 tahun diisi dengan sejumlah pemain naturalisasi, mungkin masih bisa diharapkan untuk jangka pendek untuk beberapa tahun ke depan.

Namun dalam jangka panjang, pola pembinaan berjenjang, mulai dari turnamen kelompok umur, kompetisi liga dan lebih banyak mengikut laga di luar negeri dan last but not least, profesionalitas PSSI perlu terus ditingkatkan.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles