
AGAM – Mempererat tali persaudaraan dalam suasana penuh kehangatan, Telkomsel Area Bukittinggi bersinergi dengan Dompet Dhuafa Singgalang menyalurkan bantuan CSR lewat program Berbagi Senyuman di Jumat Berkah.
Aksi ini menjadi bukti nyata komitmen Telkomsel untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat melalui berbagai program sosial yang menyentuh hati.
Penyaluran bantuan berupa puluhan paket sembako yang dibagikan di dua tempat, pertama di Yayasan Ikhwanus Shafa dan kedua di Panti Asuhan Mandeh Kanduang bertempat Lasi dan Banuhampu, Kabupaten Agam, Jumat (29/11/2024).
Ali Wardana selaku Manager Mobile Consumer Branch Telkomsel area Bukittinggi menyampaikan rasa syukur, karena berkesempatan dapat menyalurkan berbagi di Jumat Berkah ini.
“Alhamdulillah, kami bersama tim Telkomsel area Bukittinggi bisa hadir bersilaturahmi ke Yayasan Ikhwanus Shafa. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk adik-adik, ibu, bapak di panti ini,” tutur Ali.
Selain itu, Telkomsel setiap Jumat juga menyalurkan beberapa program lainnya bertujuan membantu saudara yang membutuhkan, agar sama-sama merasakan kebahagiaan di Jumat penuh berkah.
Novil Oksan Putra PLT Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang mengatakan bahwa sinergi kolaborasi bersama Telkomsel sudah terjalin lama.
“Ada beberapa program yang sudah dikolaborasikan seperti kurban di Iduladha 1445 H, berbagi di Ramadan 1445 H hingga berbagi di sembako di Jumat Berkah. Semoga sinergi ini terus terjalin dan semakin kuat ke depannya,” papar Novil.
Pimpinan Yayasan Ikhwanus Shafa, Zul Efida, bersama anak-anak panti asuhan dan beberapa orang lansia menyambut hangat kedatangan tim Telkomsel dari Kota Bukittinggi dan Dompet Dhuafa Singgalang.
“Terima kasih telah datang dan bersilaturahmi. Semoga Allah SWT melancarkan rezeki dan Allah SWT berikan kesehatan kepada seluruh donatur Telkomsel,” tutur Efida.
Sekadar informasi, untuk saat ini, Yayasan Ikhwanus Shafa yang beralamat di Lasi, Canduang, Kabupaten Agam mempunyai program layanan panti asuhan untuk anak yatim piatu, dhuafa dan orang terlantar.
“Ada 12 orang anak-anak yang berstatus siswa di sekolah negeri, kemudian 18 orang lansia,” kata Efida. *




